NURUSYIBYAN

Mengeluh

Ketika bekerja mencari nafkah, hindari mengeluh. Itu hanya mengurangi keberkahan rezeki dan mengundang murka Sang Pemberi Rezeki. Bayangkan Anda diberi kue oleh seseorang, tapi tiada henti Anda berkeluh-kesah tentang kue tadi. Tentu saja, si pemberi kue itu sakit hati. Apa mungkin kue Anda ditambahi?

Lagi pula, mengeluh juga melemahkan otak dan tubuh. Jadinya gampang sakit. Tak cukup sampai di situ, si pengeluh juga mengusir orang yang baik-baik (karena muak mendengar keluhannya) dan menghimpun orang yang jelek-jelek (si pengeluh lainnya, katanya sih curhat). Parahnya lagi, apa yang Anda keluhkan malah semakin menjadi-jadi. Memburuk.

Ingat, bekerja adalah fitrahnya manusia. Maka dari itu, syukuri pekerjaanmu. Syukuri keberadaanmu.

Sekiranya Nabi Adam tidak mengambil buah khuldi, apa yang akan terjadi? Masihkah ia, istrinya, dan seluruh keturunannya tetap menghuni surga? Nggak juga. Cepat atau lambat, ia akan take off dari surga dan landing di bumi, hehehe. Dari berbagai ayat kita mengetahui bahwa Nabi Adam akan berdinas di bumi sebagai khalifah. Bekerja. Sebagai pemimpin. Sebagai pemakmur.

Perhatikan baik-baik. Sewaktu berdiam di surga, Adam tidak beroleh gelar khalifah. Namun sewaktu menjalani aktivitas dan rutinitas di bumi, barulah ia beroleh gelar khalifah. Memang, hidup di bumi itu penuh perjuangan. Yah begitulah fitrah manusia selagi ia masih hidup. Bekerja. Berjuang.

Ibaratnya kapal, memang aman dan nyaman saat diam bersandar di dermaga, tapi bukan untuk itu kapal dibuat. Sebuah kapal sejati dirancang untuk membelah ombak bahkan menerjang badai. Bekerja. Berjuang. Right?

Sekali lagi, syukuri pekerjaanmu. Syukuri keberadaanmu. Sampaikan tulisan ini kepada tim Anda dan keluarga Anda. Mengingatkan mereka.

Di Surah Ar-Rahman, kalimat ‘nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan’ diulang sampai 31 kali. Kenapa? Ini seruan kepada manusia untuk mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Janganlah mendustakan. Ini menurut Syaikh Amru Khalid.

Menurut Imam As-Suyuthi pula, pengulangan itu untuk memantapkan pemahaman manusia tentang bersyukur. Wong sudah diulang 31 kali saja, kita masih mengeluh, apalagi kalau nggak diulang!

Akhirnya, bersyukurlah. Semoga hidup kita berkah berlimpah ….

*) dikutip dr group wa uw 2008

Iklan

Alam Qubur

Lihat kubur Luangkan waktu hanya 2 menit aja buat bacanya :

Nasihat Kubur:
1). Aku adalah tempat yg paling gelap di antara yg gelap, maka terangilah aku dengan TAHAJUD

2). Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah aku dengan ber SILATURAHIM.

3). Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca AL-QUR’AN.

4). Aku adalah tempatnya binatang2 yang menjijikan maka racunilah ia dengan Amal SHODAQOH,

5). Aku yg menjepitmu hingga hancur bilamana tidak Shalat, bebaskan jepitan itu dg SHALAT

6). Aku adalah tempat utk merendammu dg cairan yg sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dg PUASA..

7). Aku adalah tempat Munkar & Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawabanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimat “LAILAHAILALLA H”…

Kirim ini semampumu dan seikhlasmu kepada sesama Muslim, sampaikanlah walau hanya pada 1 org..

SYETAN TERUS BISIKIN >=)
“UDAAAAHLAAH,, GAK USAH DI SEBARIN, gak penting kok, BUANG2 WAKTU aja, gak akan di baca kok…

SEKECIL apapun amal ibadah, Allah SWT menghargainya PULUHAN kali lipat…
Smga kita semua termasuk dlm golongan org2 yang bertaqwa,, aamiin… tolong baca sebentar aja Kita dzikir sebentar ingat اَللّهُ … “Subhanallah, Walhamdulillah WalailaHa ilallah Allahu-Akbar wa la haula wala quwata illa billahil aliyil adzim” Sebarkan… kamu akan membuat beribu-ribu manusia berzikir kepada Allah SWT

آمِّيْنَ آمِّيْنَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

*)d ktip dr group wa uw 2008

Renungan

Renungan : Hidup Ibarat Sebuah Toples Kosong, dengan Apa Kita Mengisinya?

Seorang guru menjelaskan inti dari hidup dengan menggunakan media topless, bola tenis, kelereng, pasir dan kopi

* Seorang guru besar di depan audiens nya memulai materi kuliah dengan menaruh topless yang bening dan besar di atas meja.

* Lalu sang guru mengisinya dengan bola tenis hingga tidak muat lagi. Beliau bertanya: “Sudah penuh?”

* Audiens menjawab: “Sudah penuh”.

* Lalu sang guru mengeluarkan kelereng dari kotaknya dan memasukkannya ke dalam topless tadi. Kelereng mengisi sela-sela bola tenis hingga tdk muat lagi. Beliau bertanya: “Sudah penuh?”

* Audiens menjawab: “Sudah penuh”.

* Setelah itu sang guru mengeluarkan pasir pantai dan memasukkannya ke dalam topless yang sama. Pasir pun mengisi sela-sela bola dan kelereng hingga tidak bisa muat lagi. Semua sepakat kalau topless sudah penuh dan tidak ada yang bisa dimasukkan lagi ke dalamnya.

* Tetapi terakhir sang guru menuangkan secangkir air kopi ke dalam toples yang sudah penuh dengan bola, kelereng dan pasir itu.

Sang Guru kemudian menjelaskan bahwa:
“Hidup kita kapasitasnya terbatas seperti topless. Masing-masing dari kita berbeda ukuran toplesnya:

– Bola tenis adalah hal-hal besar dalam hidup kita, yakni tanggung-jawab terhadap Tuhan, orang tua, istri/suami, anak-anak, serta makan, tempat tinggal dan kesehatan.

– Kelereng adalah hal-hal yang penting, spt pekerjaan, kendaraan, sekolah anak, gelar sarjana, dll.

– Pasir adalah yang lain-lain dalam hidup kita, seperti olah raga, nyanyi, rekreasi, Facebook, BBM, WA, nonton film, model baju, model kendaraan dll.

– Jika kita isi hidup kita dengan mendahulukan pasir hingga penuh, maka kelereng dan bola tennis tidak akan bisa masuk. Berarti, hidup kita hanya berisikan hal-hal kecil. Hidup kita habis dengan rekreasi dan hobby, sementara Tuhan dan keluarga terabaikan.

– Jika kita isi dengan mendahulukan bola tenis, lalu kelereng dan seterusnya seperti tadi, maka hidup kita akan lengkap, berisikan mulai dari hal-hal yang besar dan penting hingga hal-hal yang kecil menjadi pelengkap.

Karenanya, kita harus mampu mengelola hidup secara cerdas dan bijak. Tahu menempatkan mana yang prioritas dan mana yang menjadi pelengkap.
Jika tidak, maka hidup bukan saja tidak lengkap, bahkan bisa tidak berarti sama sekali”.

* Lalu sang guru bertanya: “Adakah di antara kalian yang mau bertanya?”

Semua audiens terdiam, karena sangat mengerti apa inti pesan dalam pelajaran tadi.

* Namun, tiba2 seseorang nyeletuk bertanya: “Apa arti secangkir air kopi yang dituangkan tadi…..?”

* Sang guru besar menjawab sebagai penutup: “Sepenuh dan sesibuk apa pun hidup kita, jangan lupa masih bisa disempurnakan dengan bersilaturahim sambil “minum kopi” ….. dengan tetangga, teman, sahabat yang hebat. Jangan lupa sahabat lama.

Saling bertegur sapa, saling senyum bila berpapasan ….. betapa indahnya hidup ini !

Semoga kisah singkat dan sederhana ini dapat menjadi renungan untuk kita agar senantiasa mengisi hidup ini dengan hal-hal besar, seperti beribadah kepada Tuhan YME, bertanggung jawab terhadap keluarga, dll, baru kemudian diisi dengan hal-hal kecil sebagai pelengkap. Semoga bermanfaat.

*) group wa uw 2008

Panduan-Penggunaan-WordPress

Data Peserta Lomba CErita 2016

No.

Nama

Alamat

Ket

 

No.

Nama

Alamat

Ket

Keterangan:

  1. Bagi yang terlambat tidak ada perpanjangan waktu
  2. Memakai Seragam Muslim

NASEHAT

ulama.jpgNASEHAT PERTAMA :
Di dalam Hadist Qudsi, Allah SWT berfirman :”Wahai anak Adam !.

Aku heran kepada manusia yang meyakini adanya kematian, namun ia bergembira (seolah mati itu tidak ada);

Aku heran kepada manusia yang meyakini hisab (hari perhitungan semua amal manusia/hari pembalasan), namun ia semakin tamak mengumpulkan harta;

Aku heran kepada manusia yang meyakini adanya akhirat, namun ia tetap bersantai

Aku heran kepada manusia yang meyakini adanya kesirnaan dunia, namun ia menggantungkan ketenangan kepadanya (dunia);

Aku heran kepada orang yang pandai bersilat lidah, namun sesungguhnya jiwanya kosong;

Aku heran kepada orang yang bersuci dengan air, tapi ia tidak pernah membersihkan hatinya;

Aku heran kepada orang yang sibuk mengurusi aib orang lain, sementara ia lupa pada aib dirinya sendiri;

Aku heran kepada orang yang mengetahui bahwa Allah melihatnya, namun ia mendurhakanya;

Aku heran kepada orang yang percaya bahwa ia akan mati dan sendirian dalam kuburnya, namun ia
tidak senang bergaul dan berbuat baik dengan sesama.

(Sesungguhnya) Tiada Tuhan selain Aku, dan Muhammad adalah hamba dan rasul-Ku.

NASEHAT KEDUA :
Di dalam Hadist Qudsi, Allah SWT berfirman :”Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Aku, tiada sekutu bagi-Ku, Muhammad adalah hamba dan Rasul-Ku”

“Barang siapa tidak rela terhadap keputusan-Ku, tidak sabar terhadap balak-Ku, tidak mensyukuri nikmat-Ku, tidak puas terhadap pemberian-Ku, maka hendaklah mencari Tuhan selain Aku”

“Barangsiapa sedih atau meratapi hidupnya, seolah-olah ia marah kepada-Ku, barangsiapa mengeluh atas satu musibah berarti ia telah mengeluhkan-Ku.”

“Barangsiapa bertamu kepada si Kaya, lalu merendahkan diri karena kekayaannya, maka hilanglah dua pertiga agamanya.”

“Barangsiapa memukul wajahnya karena sebuah kematian, berarti ia telah mengambil anak panah untuk membunuh-Ku”

“Barangsiapa mematahkan kayu di atas kubur, berarti ia telah menghancurkan Ka’bah-Ku dengan tangannya”

“Barang siapa makan tanpa memperhatikan dari mana ia akan mendapatkannya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam Neraka Jahanam, tanpa sedikitpun Allah memperhatikannya”

“Barangsiapa tidak ada peningkatan dalam agamanya, berarti ia dalam kerugian, dan bagi orang yang merugi, kematian adalah lebih baik baginya”

“Barangsiapa mengamalkan apa yang ia ketahui, maka Allah akan memberikan apa yang ia tidak ketahui”

“Barangsiapa yang panjang angan-angannya, maka ia tidak akan ikhlas dalam beramal.”

NASEHAT KETIGA :
Di dalam Hadist Qudsi, Allah SWT berfirman :”Wahai anak Adam !,

Jadilah orang yang qana’ah maka kamu akan menjadi orang kaya;

Tinggalkan hasad, niscaya kamu akan berbahagia;

Jauhilah perkara haram, itu berarti kamu telah membersihkan agamamu;

Barangsiapa tidak menggunjing, hal itu akan melahirkan cintaku KepadaNya;

Barangsiapa meninggalkan manusia, maka ia akan selamat darinya;

Barangsiapa sedikit bicara, maka sempurnalah akalnya;

Barang siapa yang ridha dengan harta yang sedikit, berarti ia telah percaya dan yakin kepada Allah”;

“Wahai Anak Adam!, mengapa tidak kamu amalkan apa yang kamu ketahui. Mengapa kamu mencari
pengetahuan yang tidak kamu ketahui”.

“Wahai Anak Adam!, Kamu telah berbuat (kebajikan) di dunia seolah-olah tidak akan mati, dan mengumpulkan harta seolah akan hidup selamanya”.

“Wahai dunia, janganlah engkau memberi kepada orang yang ambisi kepadamu, tetapi carilah orang yang zuhud. Bermanis-manislah terhadap orang yang memandangmu”
____________________________________________________________
Dikutip dari :”Menuju Labuhan Akhirat”, Al Ghazali, Pustaka Progressif, Jakarta, 1999 – (iph/02/00)>> group wa ipdi 2

Harapan

image_t6

Alam Semesta dan Isinya Senantiasa berdzikir kepada Tuhan Maha Pencipta

Dalam hidup kita selalu berharap kebaikan-kebailan, bahagia di dunia (kaya, hidup punya jabatan, orang-orang menghormati kita, punya mobil, punya rumah dimana-mana dll.) Kemudian lanjut usia meninggal dunia dan masuk surga. Kira-kira seperti itu pada umumnya manusia, barang kali kita juga didalamnya.

Apa yang kita inginkan, apa yang kita harapkan itu semua wajar-wajar saja. Namun pada kenyataanya harapan kita tidak selalu seperti apa yang kita bayangkan. Kita punya keinginan, punya harapan tapi jangan lupa Tuhan pun punya kehendak dan siapapun tidak ada yang dapat menghalangi kehendak-Nya.

Lalu bagaimana dengan harapan-harapan kita? Apa kita diam saja toh Tuhan sudah menuliskan kehendaknya. Jika Tuhan telah menulis kita kaya maka kitapun akan kaya dan sebaliknya.

Ternyata tidak demikian, walaupun Tuhan telah menentukan takdir kita, tapi Tuhan masih menyuruh kita untuk tetap ikhtiar dan memberi nilai kebaikan apabila kita selalu berprasangka baik kepada-Nya. Jadi yang harus kita lakukan adalah kita bangun harapan kita setinggi-tingginya, berusaha sekuat tenaga dan apapun hasilnya kita pasrahkan pada-Nya. Dan mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang ridho dengan semua ketetapan-Nya. Dan dapat berjumpa dengan-Nya.

Wallahu a’lam…..

Pendidikan

Pendidikan adalah proses hidup dari kebodohan menuju bertambahnya wawasan, pengetahuan yang itu semua akan sedikit demi sedikit mengubah pola hidup/ kebiasaan. Dalam contoh nyatanya adalah yang tadinya belum bisa membaca dengan pendidikan menjadi bisa membaca tulisan-tulisan.

Pendidikan tidak sebatas proses pemindahan teks tulisan-tulisan dalam buku kepada peserta didik, tapi juga didalamnya ada langkah-langkah yang dilakukan oleh seorang pendidik bagaimana membina dan mengubah prilaku seorang peserta didik, dari tidak berakhlak menjadi berakhlak, dari yang tidak mau sholat, puasa dan lain sebagainya menjadi suka rela menjalankan printah-printah Tuhanya tanpa paksaan.

Proses pendidikan tidak hanya di bangku sekolah formal (SD, SMP, SMA, Perguruan tinggi maupun di madrasah-madrasah). Dimanapun kita berada, selagi kita mau mengambil pelajaran menuju kehidupan yang lebih baik dan berusaha mengubah prilaku hidup yang masih belum sesuai dengan tatanan itulah pendidikan.

Banyak diantara kita setiap hari datang kebangku sekolah tapi hanya mengisi kekosongan waktu dan hanya menambah usia, maka itupun belum dikatakan telah mengikuti proses pendidikan dalam arti yang sebenarnya, begitupun sebaliknya banyak yang tidak mengeyam bangku sekolah, tapi mempunyai pendidikan yang bagus, wawasan yang luas dan akhlak yang baik. Lantas apa kita harus meninggalkan bangku sekolah? Dan merenung berfikir bagaimana berprilaku yang baik?

Pendidikan formal itu penting tapi bukan segalanya, artinya kita dukung program pemerintah dan kitapun memberi solusi bagi saudara-saudara kita yang belum bisa mengikuti pendidikan formal. Salah satunya membangun lembaga-lembaga sosial untuk menampung mereka dengan biaya yang sangat ringan bahkan tanpa biaya.

Rasa

Mananusia adalah makhluk yang sempurna yang dalam dirinya termasuk rasa/ perasaan juga menyatu dengannya. Sudah sewajarnya jika perasaan itu sering berubah-rubah mengikuti keadaan atau suasana lingkungan disekitarnya. Jika sakit maka perasaan yang muncul adalah lemas, tidak enak makan, jika orang terdekat meninggalkan kita maka rasa yang muncul adalah kesedihan, begitupun jika tiba-tiba mendengar anak kita lulus sarjana dengan IP tinggi, maka rasa yang muncul adalah kebahagiaan.

Semua yang kita minta, segala yang kita mohonkan pada Tuhan umumnya adalah kebahagiaan hidup di dunia (kaya, mobil mewah, karier bagus, istri cantik dll). Sementara Tuhan telah mengaruniakan nikmat yang tinggi, tapi kita melupakannya atau berpura-pura lupa. Apa nikmat yang tinggi itu? Nikmat yang tinggi itu adalah nikmat dimana jika kita menjalankannya, maka akan bahagia di alam abadi dimana tidak ada batas waktu (akhirat). Nikmat itu diantaranya adalah dijadikan mudah menjalankan sholat walaupun dalam keadaan keterbatasan, dimudahkan memuji Allah (dzikir) disaat manusia di sekitar kita berlomba-lomba menumpuk harta.

Kita sering tertipu dan terpenjara dalam angan-angan, dengan kalimat “andai”. Andai kaya, andai tampan, andai punya mobil, andai jadi pengusaha sukses dll., sementara belum ada ketetapan/ jaminan bahwa andaian-andaian kita akan menyenangkan kita, membahagiakan kita, menjadikan hati tentram, nyaman dan menggembirakan. Padahal kita sering melihat orang kaya yang susah, rumah ada dimana-mana, punya lestoran disana-sini, tapi tidak bisa menikmati apa yang dimilikinya. Sementara orang-orang yang kita pandang biasa, hidup dalam kesederhanaan bahkan dalam kekurangan, mereka mampu tersenyum bahagia, keluarganya damai, anaknya soleh-soleh, menjalankan kewajiban serasa tiada beban.

Belajar dan terus belajar adalah kebaikan, belajar melihat lingkungan kita, melihat diri kita, belajar jujur pada hati kita, bahwa materi bukanlah segalanya. Materi adalah sarana yang akan mengantar kita pada kebahagiaan yang sempurna atau kehinaan selamanya.

Dan syukur adalah salah satu kunci yang akan membawa kita pada kebahagiaan yang sesungguhnya. Menysukuri nikmat tuhan dan mensyukuri ujiannya, karena selalu ada kebaikan di dalamnya.

Kaya yang syukur/ miskin yang sabar?
Kaya yang kufur? Atau miskin yang selalu mengeluh dan menyalahkan Tuhan?

Pembangunan

Pembangunan pada era saat ini telah digembar-gemborkan dimana-mana, realisasinyapun begitu sangat nyata, banyak masjid, sekolah, madrasah dibangun dimana-mana ini adalah kemajuan dan perkembangan yang luarbiasa. itu semua akan lebih indah jika diimbangi dengan pembangunan hati, pembangunan mental yang akan menjadikan hati menjadi bening, tidak mudah mengeluh pada takdir tuhan, ada kenyamanan hidup dan selalu bersyukur pada tuhan-Nya.

Mari kita bangun hati kita, bersihkan hati kita dengan tidak hanya membangun fisik, tapi diimbangi dengan membangun dan membersihkan hati kita yaitu dengan banyak berdzikir, menitipkan putra-putrinya pada pondok pesantren, TPQ, Madrasah diniyah dan kita sendiripun banyak-banyak menghadiri majelis ilmu.

Kita tata hati kita, mudah-mudahan langkah hidup kita selalu dalam kebaikan dan ampunan Allah selalu menyertai kita, karena kesuksesan dan kebahagiaan yang sesungguhnya adalah surga dan pertemuan dengan-Nya, bukan banyak harta, anak-anak kita mempunyai karier yang bagus, rumah ada di mana-mana, mobil banyak jabatan tinggi dan lain sebagainya, walaupun itupun adalah nikmat, tapi jika iman kita rendah dan tidak bisa menata hati kita, maka nikmat itu akan menggiring kita pada jurang kesengsaraan yang selama-lamanya.

Mari kita terus belajar dan selalu minta ampunan dan bimbingan Allah SWT mudah-mudahan hidup kita selalu dalam kebaikan sampai ajal menjemput kita, sampai tuhan memanggil kita “waktunya pulang” karena belum ada jaminan surga dan kebahagiaan yang abadi untuk kita.